Wanita Harus Bekerja Keras Karena Menghasilkan akan lebih di hargai dari pada yang hanya Menerima

Penulis : Ibu Peri Bella

Hallo semua nya, kali ini entah apa? mengapa? Dan kenapa? saya ingin sekali memamerkan kegiatan saya selama di Tolikara, Anyway, banyak orang yang berpikir saat tinggal di daerah pegunungan begitu mudah dan santai dan sudah pasti tidak buat apa-apa. 

 Nyatanya, Quality Time saya disini benar-benar saya gunakan, mulai dari masak sendiri, mencuci baju sendiri, kerja kebun, dan dimalam hari saya mencoba menuliskan kisah-kisah hidup saya, diblogg saya. 

 Btw, Saya sangat bersyukur sekali, dengan segala situasi kondisi, yang TUHAN berikan didalam hidup saya, contohnya selama berada disini, banyak sekali hal positif yang saya pelajari. Dan kali ini, saya lagi mau tulis perilaku sharing…..!!!!

 Sebagai wanita, ada yang saya sebut perilaku sharing sesama wanita, terkadang ada beberapa jenis sharing, ada wanita yang ingin sama-sama belajar untuk jadi lebih baik, Ada juga yang mengajak untuk bergosip dan perilaku lainnya…… dan saya begitu bangga dengan diri saya sendiri kenapa? 

 karena Puji TUHAN dari masih miskin-miskin nya saya, saya adalah tipe orang yang suka menceritakan diri saya sendiri, kisah cinta saya, siapa yang lagi dekat sama saya dan sebab akibat kenapa saya putus, tapi balik lagi saya akan cerita kalau saya di Tanya yah kalau nda di Tanya yohhh nggak mungkin saya cerita dan, saya sangat bersyukur dengan keadaan dibesarkan di tengah-tengah keluarga dengan didikan yang begitu keras sehingga menjadikan saya wanita yang mandiri. 

 Nah kali ini saya ingin bahas tentang kenapa KITA HARUS MANDIRI? Apa sih pentinganya???? 

 Kenapa sih wanita itu harus mandiri…? 

 Belajarlah untuk hidup sebagai wanita yang tidak bergantung terhadap siapapun…!!! 

 Kegagalan hidup demi kegagalan membuat saya sadar bahwa, wanita akan di hargai ketika dia mempunyai prinsip hidup. 

 Saya ingat sekali dulu, saya hanyalah wanita gagal yang memiliki tanggung jawab membesarkan seorang anak dan masih di semester 5 diusia masih 19 Tahun. Saya di banding-bandingkan dengan wanita-wanita, yang memiliki pekerjaan. 

 Belum lagi saya melihat adanya ada sebuah Perbedaan antara cucu kaya dan miskin, dimana akan selalu dibedakan dalam penyambutan nya percaya atau tidak saya sudah pernah lihat sendiri dan pasti banyak orang yang menyadari tetapi tidak berani untuk berbicara hal ini. 

 Ketika si cucu kaya dan cucu miskin datang berkunjung ke rumah Kakek neneknya, pasti yang kaya disayang-sayang, yang miskin di suruh-suruh, bagi saya itu adalah salah satu tanda-tanda akhir jaman hahahhahaaa…. 

 Sayang nya salah satu tanda akhir jaman adalah manusia melihat orang lain lantaran status social orang tersebut. Sukses jadi di kategorikan ketika kamu memiliki Rumah dan mobil, dan memiliki uang yang banyak. 

 Dari pengalaman hidup, saya jadi berpikir bagaimana caranya untuk saya harus mengubah masa depan saya sendiri, karena orang lain hanya bisa berkomentar, tetapi sayalah yang akan bertanggung jawab, terhadap masa depan saya sendiri, Guys pernikahan tak seindah cerita di dongeng-dongeng. 

Saya sudah gagal berkali-kali, dan saya melihat sendiri wanita yang menjadi babu di rumah keluarga suami yang tak memiliki pekerjaan biar kerja dari matahari terbit sampai matahari terbenam yang terjadi adalah Nilai KALIAN adalah PEMALAS.

 Anda harus terus mengumpulkan bekal untuk diri sendiri dengan bentuk pendidikan dan pekerjaan, jadi di Seandainya suatu saat anda di khianati. 

 Lalu ditinggal pergi anda tetap masih bisa berdiri sendiri dengan ke dua kaki anda. Karena percayalah tidak akan ada namanya sebuah kebahagiaan setelah hadir yang namanya sebuah pengkhianatan. 

Karena didalam sebuah ikatan pernikahan hanya ada 2 pilihan: yang pertama Bercerai dan Bertahan, 2 pilihan yang sulit jika anda memilih bercerai memang sakit di awal tetapi sembuh seiring waktu berjalan, pilihan bertahan akan mudah dijalani dengan cara memaafkan jika tidak bisa melakukan hal tersebut yang terjadi hanyalah menghadirkan sebuah neraka ke bumi.

Ketika anda memiliki pekerjaan, ketika hal-hal tersebut terjadi anda takkan merasa takut dengan yang namanya kata KEHILANGAN, ada juga yang bertanya pada saya : “kak saya belum mendapatkan pekerjaan”, dulu saya mencari pekerjaan saya sudah melamar kiri kanan, saya belum mendapatkan nya juga, saya berpikir ada banyak usaha yang bisa saya tekuni, asal buang yang namanya GENGSI..

Kesusahan hidup akan membuat kita menemukan panggilan hidup didalam diri kita, ibarat jeruk yang dip eras, dia akan mengeluarkan sarinya ketika diperas, sama hal nya kehidupan manusia, manusia akan menjadi emas murni ketika dia di tempa banyak masalah. 

 Contoh hidup saya, dulu jika saja kehidupan saya baik-baik saja, punya anak dan suami, percayalah saya hanya akan jadi wanita yang di rumah, mengurus anak dan tidak menghasilkan uang. 

Ketika hidup saya Tuhan rubah menjadi single mother, disitulah kekuatan saya dikeluarkan, saya berpikir keras untuk survive di ibu kota dan berjuang untuk mencari kerja, disitu saya tidak marah terhadap masa lalu saya, justru saya bertrimakasih karena telah menjadikan saya wanita yang pekerja keras. 

 Contoh lain, pernah dulu waktu kecil, kami pernah di usir dari rumah keluarga, kami terpaksa harus ngekos waktu itu harga per bulan nya 100rb saja, karena Rumah itu akan di jual kami pun pindah lagi dan rumah itu suka sekali banjir, rumah itu dijual waktu itu hanya 8juta rupiah, dan kami berusaha menabung demi membeli rumah itu, 

Sampai akhirnya walaupun rumah itu jelek namun bangga nya hati karena Rumah itu adalah milik pribadi, artinya apa? Jika saja kami tak diusir, kami pasti tidak akan memiliki rumah pribadi. 

Jangan cepat-cepat memutuskan kecewa dengan apa yang Tuhan buat dalam hidup kita, apalagi wanita-wanita, jangan cepat menyerah dengan keadaan kondisi keuangan, bersyukurlah jika suami tak memberikan mu uang, maka kerjalah dan cari uang sendiri, hidup ini memang aneh kadang berjalan tak sesuai dengan apa yang saya dan anda inginkan, tetapi ikuti scenario Yang Tuhan buat… 

 Satu yang selalu saya tanamkan didalam diri saya yang selalu saya pegang adalah “bekerjalah lebih dari apa yang kamu dibayarkan, maka kamu akan di bayar lebih dari apa yang kamu kerjakan”. 

 Kerjakan apa saja, karena pada akhirnya kamu akan mengerti setelah kamu menjalaninya kelak mengapa kamu harus mandiri…?

Posting Komentar

0 Komentar