Dear Dosen & Guru Ada Kuasa Perkataan Dari Ucapan Kalian


Bersama Dosen Terbaik saya Pak Widodo



Penulis : Ibu Peri Bella

Kuasa Perkataan Seorang Dosen

Hallo semua nya terimakasih masih setia membaca setiap tulisan yang ibu peri share, terimakasih yah,  semoga saja ini menjadi kekuatan bagi yang mungkin saat ini lagi merasa putus asa saat.

Hari ini ibu peri  entahlah, jadi teringat akan sebuah kisah lalu…dulu banget, waktu itu  Tahun 2009 silam…

Sebenarnya cerita ini agak sedikit menyakitkan, tapi sudah lama terlupakan dan kemudian di ingatkan kembali karena satu dan lain hal…

Beberapa hari lalu, ibu peri bercerita dengan seseorang yang pengalaman hidupnya sangat luar biasa, bagaimana Jatuh bangun dan Susah payahnya beliau  untuk menjadi orang yang sukses.

Beliau menceritakan susah nya untuk sekolah, dan susahnya  untuk mencari sebuah ilmu sampai beliau  rela mencuri beberapa buku di perpustakaan,  dan ketika menjadi orang yang sukses dia menggantinya dengan cara yang luar biasa…

Oke Next…short storynya

Dia bertanya kepada saya bagaimana bisa saya melanjutkan kuliah saya dalam keadaan hamil di semester 5 tersebut,  dengan kondisi waktu itu kampus anda memakai Seragam…?

Saya jadi terdiam tertegun dengan pertanyaan itu, pertanyaan nya membuat saya teringat akan seseorang yang perkataan nya sangat membekas... dan sampai sekarang pun terus terngiang-ngiang di telinga saya…


******
Oke waktu itu Dalam kondisi hamil 4 atau 5 bulan, perut saya kan,  semakin membesar waktu itu. Sedangkan pada saat itu tuh, Kampus saya dulu itu wajib memakai baju seragam saat ke kampus.

Pada Waktu itu saya sangat malu sekali, mau maju salah dan mau  mundur juga salah, saya berpikir waktu itu untuk keluar dari kampus saja,  TAPI saya kembali berpikir  bagaimana masa depan anak saya nanti kalau dia lahir? Saya harus biaya pakai uang apa?

 kemudian kalau saya maju apa kata teman-teman saya? Saya pasti akan dikeluarkan dari kampus?

Saya berdoa tak henti-henti sekedar minta kekuatan sama TUHAN, besoknya  dengan muka tebal dan berusaha hilangkan rasa tidak tau malu, dan saya pun bergegas pergi ke kampus dengan memakai kameja putih, karena seragam sudah tidak muat, (kalau di ingat-ingat sumpah sangat sedih).

Kemudian pada saat saya masuk ke kelas dengan kepala tertunduk menuju ke kursi dan duduk di bagian belakang pojok sebelah kanan. 

Jadi dulu itu, ada seorang dosen saya namanya pak Widodo, beliau dosen yang tegas karena dulunya beliau seorang tentara, saya ingat sekali, dulu  saya suka sekali duduk di baris sebelah kanan, baris pertama kursi ke dua dari belakang.

Waktu Beliau melihat saya, kemudian dia memanggil saya seperti ini :  “itu kenapa yang pakai bajunya beda sendiri coba maju ke depan”.

Saya berjalan ke depan kelas didepan teman-teman saya, Kemudian pak widodo bertanya seperti seolah-olah tak mengetahui keadaan saya padahal,  dia lihat sendiri dengan jelas bahwa perut saya sudah mulai membesar ,   beliau pun bertanya:

  “kenapa pakai baju sendiri berbeda dengan teman-teman mu”,

saya pun menjawab dengan nada malu: “maaf bapak saya hamil” dengan mata seperti berkaca-kaca, rasa-rasanya saya ingin menangis deitik itu juga.

Beliau mengatakan kepada teman-teman saya semuanya didalam kelas :

“semuanya tepuk tangan buat bella”.

Saya kaget, kemudian beliau katakan kepada teman-teman saya di kelas seperti ini :

“dia ini berani dan bertanggung jawab saya tau banyak orang di luar sana, yang mengalami hal seperti dia tetapi tidak bertanggung jawab dengan perbuatan nya, dia berani bertanggung jawab atas perbuatan nya Bapak salut sama kamu nak, Bella ingat yah…!!!  kamu harus terus kuliah kamu harus semangat, bapak yakin suatu saat nanti,  kamu akan menjadi orang sukses, abaikan masalah mu nak, karena pendidikan itu modal mu kelak”.

Saya pun kembali duduk dengan tidak menyangka dengan apa yang pak widodo katakan pada saya, waktu itu….


Saya duduk termenung dengan perkataan itu,  kemudian waktu berjalan ketika saya wisuda,  saya sedih karena saya otomatis akan berpisah dengan beliau salah satu dosen saya,  yang paling baik.

2011 saya selesaikan wisuda, Kemudian 2012 saya lanjutkan S2 di IIPDN Cilandak - Jakarta Selatan.  Waktu itu mama saya ikut Caleg dan tak mampu membayar uang kuliah dan kandas pada saat menyusun Thesis waktu itu.


Saya harus  putar otak untuk survive di Jakarta, entalah saya tidak bisa meninggalkan kota ini entah kenapa, saya hanya berpikir saya harus belajar banyak hal disini dan saya harus sukses baru saya pulang ke Papua.

Bagi saya, Kota Jakarta telah mengajarkan saya banyak hal, kehidupan disana begitu keras yang saya jalani,  sampai suatu waktu saya ingat waktu itu tetangga saya, namanya mba ayu dia suka sekali merangkai bunga, waktu itu dia bilang kalau  kita bisa jual bunga waktu wisuda itu duitnya banyak,  dan tidak tunggu lama,  saya ingat sekali waktu  saya jual bunga wisuda harga nya Rp.300.000,-/pcs di kampus-kampus tanpa ada rasa gengsi sama sekali,  waktu itu tak sengaja saya kembali  bertemu dosen saya Pak widodo,  kalau tidak salah di tahun 2017 kalau gak salah yah.

Waktu itu Pak widodo bilang sama saya :

 “bella kamu apa kabar bapak baru melihat mu lagi nak apa kabar nak?” 

saya tersenyum dan saya bilang : “ saya baik-baik pak”

 Pak widodo bertanya kabar anak saya, dan  saya bercerita kalau anak saya sudah sekolah, dan  saya lagi jualan bunga disini pak.

 Kemudian pak widodo bilang :

 “wah bella kamu hebat yah nak,  bisa bertahan di Jakarta, Kamu harus pulang ke papua dan bangun papua terus semangat yah nak,  Karena kamu akan menjadi orang sukses nanti disana”

Sambil berlalu dan  berjalan ke mobilnya dan memberi lambaian tangan sambil tersenyum….

Saya ingat perkataan nya itu, dan disitu saya belajar bahwa ada nya kuasa perkataan terhadap hidup kita, jadi Berbicaralah suatu perkataan yang membangun hidup orang, bukan sebaliknya.

Karena kalian tak pernah tau apa yang orang itu lewati sehari-hari, mungkin mereka melihat saya suka tersenyum dan tertawa tetapi di balik itu mereka tak pernah tau, kesedihan yang saya tutupi.

Pesan saya :
Untuk semua dosen-dosen yang luar biasa disana atau guru-guru diluar sana untuk terus mengeluarkan kata-kata yang membangun dan mensupport anak-anak didik kalian dalam keadaan apapun mereka, karena seperti yang saya selalu bilang bahwa masa depan seseorang kita tidak pernah kita tau, mungkin saat ini mereka dalam situasi kondisi yang di jalan yang tidak seharusnya tetapi jika didukung dengan Perkataan yang Membangun akan membuat mereka bangkit dan melanjutkan masa depan mereka yang lebih baik….

Saya sangat bersyukur disetiap kehidupan jatuh bangun hidup,  TUHAN selalu mengutus orang-orang hebat yang dengan sebuah perkataan saja bisa membangkitkan semangat hidup untuk terus berjuang.

Saya tidak bisa akan menjadi seperti ini, jika tidak didorong dengan motivasi yang baik, Andai saja saya waktu itu dikeluarkan atau saya di usir oleh dosen saya mungkin saya tidak akan seperti ini.

Jangan sedih,  jika tak ada yang membantu kalian, ingat TUHAN ijinkan segala sesuatu nya terjadi agar kalian lebih berpikir keras dan terus berjuang.

Jika ada yang berbagi motivasi dan menasehati walaupun kehidupannya tak sesuai dengan apa yang dia ucapkan jangan judge dirinya “ah diri sendiri tidak benar baru mau sibuk”,  Jangan di cibir coba di pandang dengan sesuatu yang positive mungkin saja dia tak ingin kalian sama seperti hidup nya yang salah.

Saya ingin berpesan kepada adik-adik yang mungkin lagi mengalami hal yang sama, mungkin kalian sedang patah hati atau hamil di tengah jalan, satu pesan saya terus berjuang sampai MATA anda melihat apa yg mulut anda selalu doakan.

Ingatlah Terkadang hidup anda harus berbelit-belit atau bertemu dengan orang yang dan salah dan salah, percayalah itu cara TUHAN memberikan kehidupan yang benar, jadi jangan terlanjur kecewa sama TUHAN, ingat hidup muTanggung jawab mu…berjuang terus dan Jangan pernah menyerah dengan keadaan karena jauh dari apapun TUHAN sudah menyiapkan yang terbaik bagi mu…

Sukses untuk kita semua demikian curhat ibu peri dihari ini TUHAN berkati….



Posting Komentar

1 Komentar