Betapa Kuat Nya Wanita-Wanita Indonesia Timur

Penulis:Ibu Peri Bella



Hallo pemirsah, dimana pun kalian berada terimakasih banyak, karena masih setia visit blog nya ibu peri, hari ini saya lagi tidak berbuat apa-apa, dan saya bingung mau berbuat apa, kemudian tangan saya membuka Galeri di hp dan melihat beberapa foto saya, yang sedang memikul noken.

Akhirnya, saya jadi teringat tentang sebuah cerita atau kisah noken. Jadi,  Dulu itu  saya melihat noken adalah sebuah tas biasa tetapi mahalnya minta ampun, karena waktu itu minimnya Pemahaman saya tentang MAHAL NYA SEBUAH budaya. Sewaktu saya pergi merantau barulah saya menyadari bahwa NOKEN adalah sebuah idenditas diri ORANG PAPUA.

Dimana ketika berjalan di mall atau dimana saja, orang-orang akan memperhatikan noken tersebut dan mengatakan “wah bagus nya, belikan dong nanti duitnya dig anti dan lain-lain”, dan saya menjadi bangga karena Noken adalah warisan budaya turun temurun orang papua dan ketika siapa saja melihat NOKEN mereka pasti sudah tau bahwa itu dari Papua.

Bukan hanya itu, di tahun 2019 waktu pertama kali saya tinggal di Kabupaten Tolikara, wanita-wanita papua yang tinggal dibalik gunung ini, mereka bisa dengan kuatnya membawa hasil kebunnya hanya dengan Noken yang di ikat di kepala, kemudian  berjalan naik turun gunung dan TANPA SEBUAH ALAS KAKI.

Dan begitu bodohnya saya, diTahun 2020 ketika Lock Down yang di akibatkan oleh  Covid-19, Covidlah yang membuat  saya terpaksa harus tinggal disana, dan  saya tuh baru tau, kalau didalam Noken tersebut,  Wanita-wanita dibalik gunung ini membawa anak-anak bayi didalamnya.

Saya jadi terharu betapa beruntungnya, saya terlahir menjadi wanita papua, betapa beruntungnya di ijinkan TUHAN untuk tinggal dibalik gunung ini, dan melihat sendiri bagaimana kerasnya hidup wanita-wanita yang tinggal dibalik gunung Papua, dan tanpa saya sadari bahwa  Didalam Noken inipun Gubernur Provinsi Papua Bapak Lukas Enembe dan para Bupati dan Pejabat yang berasal dari balik Gunung Papua,  dibesarkan didalam  sebuah Tas Noken.

Saya bersyukur, sama TUHAN karena saya terlahir menjadi Perempuan Tanah atau Perempuan Papua, mereka perempuan-perempuan yang kuat dan tangguh, jika kalian hidup dibalik gunung, kalian akan tahu betapa keras nya hidup wanita-wanita yang tinggal dibalik gunung, mereka bisa membuat kebun, membawa anak didalam noken, membawa hasil kebun ke pasar, luar biasa….

Oh,  iya ada  banyak orang,  yang protes kenapa nama bloggnya pakai nama PEREMTANAH.com, salah satu alasan nya ini karena saya bangga jadi orang papua. TUHAN ciptakan saya unik, dari budaya, bahasa, rambut, warna kulit membuat saya terlihat berbeda dan saya unik…


Ketika saya berada di Luar papua, atau Indonesia mereka akan menyangka saya wanita brasil atau afrika, disitulah saya sadari bahwa LEVEL wanita papua MAHAL, jadi kalau laki-laki papua buat perempuan Papua kalian menangis, tidak usah sedih sayang, ingat saja laki-laki mancanegara saja UDIK kalian punya rambut keriting kok… makanya ibu peri tidak mau bonding rambut, karena Rambut keriting itu saya punya idenditas I LOVE MY HAIR…. titik

Akhir kata I love Papua, I love Perem-Perem Tanah Kalian hebat khusus nya wanita-wanita di balik Gunung Kalian LUAR BIASA, TUHAN berkati…..


Sa sayang kalian wanita-wanita yang tinggal di balik gunung TUHAN BERKATI







Posting Komentar

0 Komentar