Pengalaman Travelling Pertama Saya Ke India

Saya suka ketemu orang baru karna saya mudah bergaul
Penulis: Ibu Peri Bella


HOW SOLO BACKPACKING HAS CHANGED YOUR PERCEPTION?

Maaf ya, lagi-lagi nyampah 😂
Pengalaman pertama saya ke india
Tanpa travel tour krn selama saya ke luar negeri saya slalu bagpacker yah

Saya suka ketemu orang baru saya mudah bergaul. Dan satunya lagi saya suka makan makanan baru

Bagi saya mending hidup seperti Tukang bakso tapi HIDUP seperti DIREKTUR dari pada DIREKTUR tapi seperti nya tak menikmati duit tersebut di tanya kapan liburan hmm kapan yah kapan yah

( kalo sy di berikan karunia menikmati soalnya 🤣)

Karena percayalah orang BANYAK DUIT belum tentu bisa liburan
Alasan utama adalah GAK PUNYA WAKTU

2 hal yg saya belajar adalah manusia seringkali tak bisa manage UANG DAN WAKTU Sehingga melihat orang liburan banyak duit ,Gak kerja bla bla bla

Jangan iri kalian gak tau sepadat apa waktu sy yg saya pakai kerja dan liburan

Kalian gak tau serogoh kocek yg saya tabung utk liburan well

Tujuan hidup seseorang beda beda yahh
Begitupun bahagia orang juga beda beda
Saya tgl di rumah gubuk
Motor gak punya
Mobil gak punya

Tapi satu yg buat saya kaya adalah PENGETAHUAN yg saya miliki (proud of my self)

Klo orang lain cari duit buat beli mobil Rumah, Motor yg keren yg kece klo saya Buat jalan jalan 🤣

Btw
Ini yg saya pahami dan saya copy tentang solotravel 🙏🙏🙏

1. Saya menyadari bahwa menjadi jomblo itu pengorbanannya sama beratnya dengan menjalin suatu hubungan.

Saya mau bilang bahwa hari ini, di dalam hati saya sudah ada seseorang, jadi tak akan pernah ada kondisi bagi saya untuk membuka hati bagi orang lain.

Dari sanalah kemudian saya berfikir "daripada sibuk mencari seseorang untuk dicintai, mending sibuk mencari destinasi untuk dinikmati".

Jika hari ini "passion" anda adalah mencari cinta, passion saya adalah melihat dunia! Saya bisa terbang kemanapun saya pergi.

Saya bisa bertemu dengan siapapun di dunia ini tanpa harus bermain hati, karena sudah terkomitmen dalam hati saya "sudah ada seseorang di hati". 😁

Pertemuan saya dengan siapapun saat traveling, adalah selalu menjadi "guru" bagi saya, tanpa saya harus sibuk membuka dan menutup hati, persahabatan lahir dari ketulusan.

Memang sangat indah traveling sambil honeymoon dengan pasangan, tapi solotravel memiliki bagiannya sendiri yang sangat mendebarkan.

2. Saya menemukan diri saya sendiri!
Saya bisa makan sambil berjalan, saya bisa mengunjungi museum yang membosankan semau saya, saya bisa menggandeng siapapun yang saya temui di jalan untuk traveling bersama saya.

Saya memutuskan apa yang saya inginkan. Solotravel adalah balas dendam saya, saya mengijinkan diri saya untuk benar-benar menjadi diri saya sendiri!

3. Saya menjadi tahu betapa mudahnya menjalin pertemanan.

Dahulu saya adalah kebingungan antara introvert atau extrovert. Saat kuliah saya sedikit extrovert, setelah bekerja saya mulai introvert, suka menyendiri.

Jiwa saya mengkondisikan bahwa saya memang harus introvert. Setelah traveling, saya yang sama sekali tak mampu berbahasa Inggris, mau tak mau harus memulai even untuk hanya sekedar bertanya alamat.

Kini, saya memiliki  teman dari negara lain yang saya kunjungi. Bahkan, saya membuka diri untuk menceritakan pengalaman saya, narsis dan pandai bersilat lidah, karena traveling!

4. Saya berpengalaman untuk hidup di budaya dan tempat yang bukan kampung halaman saya.

Dulu saya orangnya kaku, tidak bisa luwes melihat sesuatu di luar kebiasaan saya, bahkan cenderung melihatnya negatif.

Setelah traveling, seluruh paku dan peniti di otak saya melonggar, saya dihadapkan pada kemampuan adaptasi

Kini saya mengapresiasi diri, bahwa apa yang saya lihat dan saya dengar seperti sebuah lukisan yang saya pajang, belum tentu mengubah prinsip saya, namun tetap saya simpan di depan mata saya bahwa sebegitu indahlah dunia.

5. Saya menjadi paham, kenapa saya harus keluar dari zona nyaman saya!

Saya selalu yakin bahwa cara terbaik untuk keluar dari zona nyaman adalah dengan melakukan yang tak pernah kita lakukan sebelumnya secara terus menerus, dan melakukannya sendirian.

Seperti ajaran Tao "kita datang ke dunia ini sendirian, dan pada akhirnya kita meninggalkan dunia ini juga sendirian".

Betul! Bahwa solotravel itu menyeramkan, namun saya selalu membuatnya senatural mungkin. Seperti memakan makanan, enak atau tidaknya itu dari pikiran.

Anda berfikir gula dan minyak itu tak sehat, maka tiap hari makan wortel dan ayam rebus pun akan terasa enak bukan? Seperti anda tak suka kambing, gule kambing yang sedap itu pun tak akan dirasa enak.

Open your mind! segeralah mencobanya dengan berani! Maka racun itu akan membuat anda ketagihan!

6. Saya membangun percaya diri.
Tahukah anda? Saya dahulu sangat malu untuk selfie. Saya rasa saya jelek! Hahaha.


Sekarang, tak hanya selfie! Trik naruh kamera di lantai lalu saya memfoto diri sendiri beserta landscape background saya sendiri pun udah canggih!

Tak pernah malu-malu minta tolong orang untuk memfoto saya, dan hari ini bonusnya adalah anda berkata "bella, fotomu bagus-bagus". Juga tak sedikit bilang "mba, kok kamu cantikkk?" Ups!

7. Saya belajar betapa pentingnya meditasi.

Saat saya menunggu flight, atau sedang berada di tempat yang begitu mengesankan, 


Saya putar lagu hotel california dan mendengarnya pakai headset. Saya terdiam dan menikmati kesendirian, saya begitu memahami apa arti "calm".

Hari ini saya nenjadi jiwa yang saya rasa tenang, solid, mengalir natural, tak mudah marah kecuali kalau chat anda agak "menjurus" 😂

Dengan solotravel seperti sedang mengijinkan saya untuk lebih akrab dengan diri saya sendiri. Saya membuka sebuah rongga untuk bisa bertemu dengan diri sendiri, berkomunikasi dengan diri sendiri.

Mungkin anda nilai saya gila! But disanalah saya melihat betapa indahnya diri saya, saya bisa menghitung satu demi satu kebaikan yang pernah Tuhan berikan pada saya, dan rasa ini yang terus memotivasi saya untuk terus bersolotraveling!

8. Dalam kesendirian saya, tak akan ada orang lain yang membantu saat terjadi kemalangan.

Semua orang di sekitar kita adalah orang baik, rasa itu tetap terjaga. 


Tapi saya harus tetap menyisakan perasaan bahwa bisa saja terjadi suatu kondisi dimana kejadian buruk terjadi tanpa ada orang lain membantu.

Sakit atau kehilangan paspor adalah mimpi terburuk bagi seorang traveller, saya harus terus memasang alarm untuk dua hal itu. Saya harus terus teliti, disiplin dan tak boleh ceroboh.

Untuk itu saya terus memacu diri untuk menjadi "bertanggung jawab" dan independent!
Baik dan buruknya saya, tergantung diri saya sendiri.

9. Saya menjadi paham "keseimbangan alam semesta"

Saat saya mengenal Ketuhanan dan spiritualisme, dari traveling saya melengkapinya dengan konteks "alam semesta". Saat saya traveling sendiri, meningkatkan kepekaan saya pada alam, budaya, manusia, dan apapun itu yang membuat saya sadar bahwa keragaman itu bukan sebuah kesalahan.

Keragaman itu adalah cara Tuhan mengatur kehidupan. Bagi anda yang hari ini mengagung-agungkan "kesamaan paham", enyahlah dari muka bumi, anda adalah penyakit yang melawan Tuhan itu sendiri.

10. Saya tak tahu kapan saya akan melihatnya lagi.

Saat menemukan pemandangan indah atau orang yang sangat menarik, saya pasti foto! Saya tak tahu apakah saya akan menjumpainya lagi.

Traveling telah memberi saya banyak harta karun! Saya diijinkan melihat semua itu, rasa syukur itu saya luapkan dengan membagi tulisan dan foto untuk anda. Ambilah! gratis!

Pada akhirnya, yang saya peroleh dari setiap perjalanan saya adalah saya mengapresiasi diri saya! Juga, saya mengapresiasi kehidupan saya yang sebenarnya.

Sejenak saya lari dari kehidupan nyata saya, saat saya menunggu flight kepulangan, selalu mendadak saya excited untuk kembali bekerja. Saya kangen teman sekantor, saya kangen orang rumah, saya juga sangat mensyukuri Negeri dimana saya lahir. Keindahan dunia itu membuat saya mensyukuri apa yang telah diberikan pada saya.

Saya mencintai kehidupan saya,
tanpa ada lagi rasa sesal!
TAJ MAHAL - AGRAA INDIA

Penulis: Ibu Peri Bella

Artikel ini telah tayan 27 mei 2020
di facebook Ibu Peri Bella

https://www.facebook.com/Belladimaraferre/posts/2637781403160525


Posting Komentar

1 Komentar